Hari ini kami ingin menyampaikan satu keputusan produk yang cukup penting: Devscale akan menutup program publik AI-Enabled Python Web Development.
Artinya, kami tidak akan membuka batch publik baru untuk program ini dalam waktu dekat. Untuk siswa yang sudah pernah bergabung, materi dan rekaman yang sudah menjadi hak peserta tetap dapat diakses sesuai ketentuan program. Keputusan ini bukan karena Python tidak relevan. Justru sebaliknya: Python masih salah satu bahasa terbaik untuk AI, data, automation, backend prototyping, dan eksperimen model.
Namun Devscale perlu memilih fokus. Dan untuk fase berikutnya, kami ingin berinvestasi lebih dalam pada TypeScript.
Python tetap luar biasa
Kami masih percaya Python adalah bahasa yang sangat kuat. Ekosistem AI-nya matang, dokumentasinya luas, komunitasnya besar, dan banyak sekali tooling AI paling awal lahir dari dunia Python. Untuk research, machine learning, notebook, data processing, evaluation, dan prototyping model, Python tetap sulit dikalahkan.
Jadi tulisan ini bukan pengumuman bahwa Python “kalah”. Itu framing yang keliru.
Yang berubah adalah kebutuhan yang ingin kami layani.
Devscale bukan research lab. Devscale adalah tempat belajar untuk orang yang ingin menjadi builder: orang yang ingin membuat web application, product interface, internal tools, SaaS, automation dashboard, agent workflow, dan AI feature yang benar-benar dipakai user.
Untuk kebutuhan seperti itu, kami melihat TypeScript makin menjadi bahasa yang lebih strategis.
Kenapa kami mengarah ke TypeScript
AI application hari ini bukan hanya soal memanggil model. Tantangan nyatanya ada di sekeliling model:
- merancang UI yang bisa menampilkan streaming response dengan baik
- membuat tool calling yang aman dan bisa dipantau
- menghubungkan agent ke database, file, search, payment, CRM, atau sistem internal
- menjaga schema input-output tetap jelas
- menangani auth, permission, rate limit, logging, dan observability
- membuat fitur AI terasa seperti bagian natural dari produk, bukan demo terpisah.
Semua itu sangat dekat dengan dunia full-stack web development. Dan di titik itu, TypeScript memberi keuntungan besar: frontend dan backend bisa berbagi bahasa, types, schema, dan mental model yang sama.
Kami juga melihat arah industri bergerak ke sana. GitHub Octoverse 2025 mencatat bahwa TypeScript melewati Python dan JavaScript pada Agustus 2025 sebagai bahasa paling banyak digunakan di GitHub berdasarkan contributor count. Di laporan yang sama, TypeScript juga tumbuh kuat di repository AI-tagged, sementara public repository yang memakai LLM SDK naik sangat tajam dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, tooling AI modern makin banyak yang TypeScript-first atau setidaknya sangat serius mendukung TypeScript:
- Vercel AI SDK memosisikan dirinya sebagai toolkit TypeScript untuk membangun AI-powered applications dan agents.
- OpenAI menyediakan official JavaScript/TypeScript SDK yang mendukung Node.js, Deno, Bun, Cloudflare Workers, dan Vercel Edge Runtime.
- TanStack AI dan Vercel AI SDK sama-sama bergerak di area TypeScript untuk streaming, tool calling, type safety, dan agent abstraction.
- Google juga membawa Agent Development Kit ke TypeScript, sehingga developer bisa mendefinisikan logic, tools, dan orchestration agent langsung dalam ekosistem TypeScript.
Bagi kami, sinyalnya cukup jelas: AI-integrated app development semakin dekat dengan product engineering. Dan product engineering modern sangat banyak bergerak di TypeScript.
Apa artinya untuk Devscale
Ke depan, kami ingin kurikulum publik Devscale lebih tajam pada satu jalur: full-stack TypeScript untuk membangun aplikasi modern dengan integrasi AI.
Fokusnya bukan sekadar “belajar React” atau “belajar backend JavaScript”. Fokusnya adalah membangun aplikasi yang lengkap:
- UI yang cepat dan rapi;
- backend yang typed dan maintainable;
- database dan API yang dirancang dengan benar;
- AI SDK integration yang bisa dipakai di production;
- streaming chat dan generative UI;
- tool calling dan workflow automation;
- deployment ke runtime modern seperti Node.js, serverless, dan edge.
Kami ingin siswa belajar bagaimana AI masuk ke product, bukan hanya bagaimana prompt dikirim ke model.
Itu membutuhkan kurikulum yang lebih fokus. Dan fokus berarti ada hal yang harus kami tutup.
Terima kasih untuk program Python
AI-Enabled Python Web Development adalah program yang penting bagi Devscale. Dari program ini, kami belajar banyak tentang cara mengajarkan AI kepada developer web: bagian mana yang paling membingungkan, bagian mana yang paling membuka wawasan, dan bagian mana yang paling cepat membantu siswa membangun sesuatu yang nyata.
Program ini membantu kami memahami bahwa siswa tidak hanya butuh syntax atau library. Mereka butuh judgment: kapan memakai LLM, kapan tidak, bagaimana memecah fitur AI menjadi sistem yang bisa diuji, dan bagaimana mengubah eksperimen menjadi produk.
Pelajaran itu tidak hilang. Ia akan kami bawa ke kurikulum TypeScript berikutnya.
Untuk calon siswa
Jika kamu tertarik belajar AI dengan Python secara spesifik, Python tetap pilihan yang sangat baik. Kamu tidak salah memilih Python. Banyak pekerjaan AI serius masih sangat bergantung pada Python, dan kemungkinan besar akan tetap begitu.
Namun jika tujuanmu adalah membangun aplikasi web modern yang memakai AI sebagai bagian dari produk, kami percaya TypeScript adalah jalur yang semakin layak untuk diprioritaskan.
Itulah arah Devscale berikutnya.
Kami sedang merapikan program publik kami agar lebih sesuai dengan arah tersebut. Sampai batch berikutnya dibuka, kamu bisa mengikuti update terbaru melalui halaman Programs atau kanal sosial Devscale.